
PALEMBANG – Rangkaian pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) Expo 2026 di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) resmi berakhir pada Minggu (19/4). Pada hari puncak ini, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI) kembali hadir memberikan pelayanan prima hingga pukul 21.00 WIB. Bekerja sama dengan Direktorat Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi DJKI, Kanwil Kemenkum Sumsel tidak hanya fokus pada layanan administrasi, tetapi juga memperkaya wawasan pengunjung melalui serangkaian sesi edukasi bisnis yang inspiratif.
Hari ketiga pameran dimeriahkan oleh empat sesi talkshow strategis yang mengupas tuntas potensi industri kreatif. Mulai dari Inspira Talks mengenai Digital Marketing bersama TDA Palembang, pembahasan peluang bisnis minuman rempah, hingga demo pembuatan Lukchup khas Thailand dan Kembang Goyang bersama Inkubator Bisnis Sumsel. Salah satu sesi yang paling menarik perhatian adalah diskusi mengenai potensi transformasi kuliner lokal, yakni peluang usaha Pempek menjadi waralaba nasional bersama ASPPEK Palembang, yang menekankan pentingnya standarisasi dan pelindungan merek dalam sistem franchise.
Tim Bidang Pelayanan KI yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang KI, Ibu Yenni, bersama Yulkhaidir dan M. Ferdi Pebriadi (Analis KI Ahli Muda), serta tim teknis lainnya, mencatat antusiasme yang luar biasa dari pengunjung. Sebanyak 35 orang tercatat melakukan konsultasi mendalam mengenai perlindungan Merek, Hak Cipta, Desain Industri, hingga Paten. Pendampingan ini juga diperkuat oleh perwakilan Direktorat Kerja Sama, Pemberdayaan, dan Edukasi DJKI, Junian dan Anggara, yang memastikan setiap pelaku usaha mendapatkan informasi akurat mengenai tata cara perlindungan aset intelektual mereka.
Keberhasilan pameran hari terakhir ini ditandai dengan dilakukannya pendaftaran permohonan Merek Dagang secara langsung oleh pelaku usaha kuliner, yaitu "Mie Ayam Serasa" pada kelas barang 30. Sebagai bentuk apresiasi atas kesadaran hukum tersebut, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual memberikan souvenir eksklusif kepada pendaftar. Selain pendaftaran merek, tim Kemenkum juga memfasilitasi pendaftaran Perseroan Perorangan bagi pelaku UMKM di lokasi, sehingga para pengusaha kini tidak hanya memiliki merek yang terproteksi, tetapi juga entitas bisnis yang berbadan hukum sah.
Kegiatan IFBC Expo 2026 Palembang ditutup secara resmi oleh Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), Bapak Anang Sukandar. Dalam sambutan penutupnya, beliau menyampaikan bahwa ajang ini sukses menjadi wadah strategis bagi masyarakat untuk menjajaki peluang investasi daerah serta memperkuat sinergi bisnis. Beliau mendorong para pelaku usaha untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi dan sistem waralaba agar mampu tumbuh melampaui batas, dengan tetap menjadikan Kekayaan Intelektual sebagai fondasi utama dalam persaingan pasar global.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Selatan, Maju Amintas Siburian, memberikan apresiasi tinggi atas capaian selama tiga hari pameran. "Sinergi antara Kanwil Kemenkum Sumsel dan DJKI dalam gelaran IFBC Expo ini adalah bukti nyata kehadiran negara untuk mengawal UMKM naik kelas. Keberhasilan memfasilitasi pendaftaran Merek dan PT Perorangan secara langsung menunjukkan bahwa layanan kami semakin cepat dan responsif. Kami berharap semangat dari pameran ini dapat terus memacu pengusaha di Sumatera Selatan untuk melek hukum dan menjadikan Kekayaan Intelektual sebagai instrumen utama kemajuan bisnis mereka," pungkasnya.

